Skip to toolbar

STUDI KASUS

CHOIRUL ANAM, BOCAH 2 TAHUN 2 BULAN – Belajar Merokok sejak Usia Empat Bulan PDF Print
Friday, 17 June 2011
Meski usianya baru menginjak 2 tahun 2 bulan,saat menyalakan korek api dan menyulut rokok,dia layaknya orang dewasa yang sudah mengenal betul bagaimana bergaya dengan sebatang rokok.

Balita yang mulai menggemari kepulan asap rokok itu adalah Choirul Anam.Kegemaran aneh ini semakin melengkapi kasus balita yang kecanduan rokok di Indonesia. Beberapa waktu lalu,kasus balita merokok juga terjadi di Kota Malang.Balita bernama Sandi Adi Susanto,warga Kepuh, Kecamatan Sukun,Kota Malang juga sering mengumpat saat merokok.

Ketika itu,setelah bangun tidur, Sandi meminta dibuatkan segelas kopi dan minta sebatang rokok. Berbeda dengan Sandi,kasus yang terjadi pada putra ketiga dari Salamah,27,dan (alm) Asmad,warga Jalan Hantuah Gang Nanas No 3,Kelurahan Ngemplak,Kecamatan Gadingrejo Kota Pasuruan, ini sudah berlangsung lama.

Bocah yang akrab dipanggil Irul ini mulai kecanduan rokok sejak usia empat bulan. Dalam sehari,Irul bisa menghabiskan tiga batang rokok. Di depan bapak yang baru dikenalnya,Irul sudah tak canggung lagi meminta dan menyulut sendiri rokok kegemarannya. Bahkan ketika api yang membakar ujung rokok tertiup angin,dia berusaha menutupinya dengan bungkus rokok.

“Apinya mati.Rokok lagi,”ujar Irul dalam bahasa balita yang kurang jelas. Begitu rokok menyala,dia menghisap dan menyemburkan asap keluar dari bibir.Tak lupa,seperti perokok dewasa, Irul juga menyiapkan asbak yang ditaruh di depan tempat duduknya. Ketika abu rokok mulai menumpuk,dia pun menyodorkan batang rokok itu pada asbak.

Menurut Abidin Slamet,51, kakek Irul,kebiasaan merokok ini diawali dari ketertarikan Irul terhadap rokok yang ditinggalkan kakeknya. Tanpa sepengetahuan keluarga yang bekerja sebagai penjual daging ayam potong di Pasar Besar Kota Pasuruan, Irul mengambil rokok yang ditinggal dalam kondisi menyala.

“ Rokok itu saya tinggalkan ketika mandi.Kemudian rokok itu diambil dan dihisap Irul.Saya baru tahu setelah selesai mandi.Saat rokok itu diminta,Irul malah marahmarah,” ujar Abidin Slamet. Dinkes Kota Pasuruan menurunkan tim untuk memantau dampak kesehatan Choirul Anam.

Tim juga melakukan observasi dan menginventarisasi langkah-langkah penanganannya.“ Kami turun untuk melakukan observasi dan cara penanganannya,”ujar dr Hendra Ramadhan,tim Dinkes Kota Pasuruan. ARIE YOENIANTO Pasuruan

SUMBER : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/406487/